Cara kerja calon kepala daerah ini mirip dengan caleg di 2019 yang saat itu terbagi dua antara caleg pendukung Jokowi-Maruf dan Prabowo Sando (dikenal juga sebagai caleg 212) terlepas dari posisi resmi partainya.
Pembentukan koalisi caleg pendukung capres ini mempunyai sisi positif mengurangi biaya kampanye karena caleg tertentu tinggal numpang ketenaran dari capres yang diusung mengingat fokus media mainstream hanya menyoroti capres.
Berbagai tim sukses capres kini berdiri di daerah diawaki oleh para calon kepala daerah dan caleg di Pemilu dan Pilkada 2024.
Para TS capres juga tidak perlu mengeluarkan banyak energi untuk mengundang warga karena telah dihandle oleh 'panitia lokal'.
Terkait calon kada berkampanye untuk capres tidak ada larangan dari KPU. Bahkan pada pemilu 2019, kepala daerah diijinkan untuk ikut kampanye capres asal tidak menjadi ketua timses di daerahnya.
Salah satu sisi negatif pembentukan koalisi seperti ini adalah mengurangi 'cairnya' politik Indonesia dan mengarah kepada pembelahan pilihan warga menjadi dua kutub.
No comments:
Post a Comment