• Breaking News

    Saturday, January 24, 2026

    Suku-Suku Arab di Hasakah Bergabung dengan Pemerintah Suriah


    Al-Hasaka – Suku Arab Al-Jahish Zubaidi secara resmi menyatakan dukungannya penuh terhadap pemerintah pusat Damaskus dan menegaskan komitmen mereka pada persatuan wilayah Suriah. Pernyataan ini disampaikan oleh Sheikh Hani Hamad Gloud Al-Salibi pada 17 Januari 2026.


    Dalam pernyataannya, Sheikh Hani menekankan bahwa “kompas klan menuju Damaskus” sebagai simbol kesetiaan pada kedaulatan nasional dan stabilitas negara. Suku ini menegaskan penolakan terhadap upaya pemecahbelahan wilayah dari timur ke barat maupun utara ke selatan.


    Pernyataan resmi tersebut menegaskan bahwa Suriah adalah negara satu kesatuan dan menolak segala bentuk penghapusan hak suku untuk kepentingan kedaulatan nasional. Semua sumber daya, termasuk minyak, dinyatakan milik publik seluruh warga Suriah tanpa pengecualian.


    Sheikh Hani menyatakan bahwa dukungan ini bukan sekadar simbolis, tetapi juga langkah nyata suku untuk memperkuat institusi negara di wilayah timur. Hal ini mencerminkan keinginan masyarakat lokal untuk kembali di bawah pengelolaan Damaskus secara penuh.


    Selain itu, pernyataan suku menekankan urgensi penghentian pertumpahan darah dan adopsi dialog sebagai satu-satunya jalan penyelesaian politik di wilayah yang selama ini dikuasai PKK/SDF.


    Suku Al-Jahish Zubaidi menekankan perlunya amnesti publik tanpa syarat bagi semua warga di Al-Hasaka, Deir ez-Zor, dan Raqqa, termasuk mereka yang sebelumnya terlibat konflik dengan pemerintah.


    Selain itu, suku menuntut percepatan pelaksanaan pasal-pasal Perjanjian 10 Maret untuk memungkinkan institusi negara Suriah memasuki wilayah timur secara resmi dan mengambil tanggung jawab penuh.


    Sheikh Hani menekankan bahwa langkah-langkah ini penting untuk menjamin stabilitas sosial, mencegah kekosongan hukum, dan mengembalikan kepercayaan warga terhadap pemerintah pusat.


    Suku juga mengingatkan bahwa provokasi sektarian dan pidato yang memecah belah masyarakat harus ditangani secara tegas. Mereka menyerukan pihak berwenang untuk menindak pelaku yang mengancam ketenangan sosial.


    Pernyataan ini muncul di tengah percepatan gerakan suku di wilayah timur, yang menunjukkan identitas nasional yang kuat dan ketaatan pada institusi negara Suriah.


    Damaskus menilai dukungan ini sebagai momentum penting untuk memperluas kendali pemerintah di wilayah timur dan memperkuat legitimasi negara di mata komunitas internasional.


    Pengumuman suku Al-Jahish Zubaidi dipandang sebagai upaya menegaskan kembali kedaulatan nasional sekaligus mendukung pemulihan ekonomi, termasuk pengelolaan sumber daya alam strategis.


    Suku menegaskan bahwa setiap sumber daya, terutama minyak, adalah milik rakyat Suriah dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pihak luar atau entitas otonom yang merugikan negara.


    Dukungan suku ini juga mengirim pesan tegas kepada kelompok militan atau pihak yang mencoba memecah belah wilayah, bahwa masyarakat lokal memilih persatuan dan stabilitas.


    Sheikh Hani menyatakan bahwa semua warga harus menggunakan mekanisme damai dan dialog untuk menyelesaikan konflik, bukan kekerasan atau intimidasi.


    Pernyataan ini menunjukkan kesiapan suku untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur dan layanan publik di wilayah timur.


    Suku menekankan bahwa pemulihan institusi negara harus berjalan cepat untuk memastikan keamanan, pendidikan, kesehatan, dan distribusi energi di seluruh provinsi timur.


    Damaskus menyambut baik sikap ini, menilai bahwa koordinasi dengan suku lokal menjadi kunci keberhasilan pemulihan nasional setelah konflik panjang.


    Sementara itu, penguatan identitas nasional oleh suku Al-Jahish Zubaidi dapat menjadi model bagi suku dan komunitas lain di Suriah untuk mendukung pemerintah pusat.


    Pernyataan resmi suku juga menegaskan komitmen mereka untuk menolak pengaruh asing yang berusaha memecah belah masyarakat dan memanfaatkan ketidakstabilan politik.


    Dengan dukungan ini, pemerintah Damaskus dapat memperluas jangkauan administrasi, memperkuat pengelolaan sumber daya, dan menjaga kedaulatan negara atas wilayah yang sebelumnya semi-otonom.


    Akhirnya, pernyataan suku Al-Jahish Zubaidi menjadi tonggak penting bagi Suriah, menegaskan kesetiaan masyarakat lokal pada Damaskus dan mendukung stabilitas nasional secara keseluruhan.


    Baca selanjutnya

    No comments:

    Post a Comment

    loading...

    Jepang

    Belanda

    Spanyol