• Breaking News

    Thursday, December 8, 2022

    'Hanya Puan yang Punya Tiket Nyapres, yang Lain Harus Ikut Ganjar, Kalau tidak akan Dipenjara'

    Kesan yang dimunculkan atau termunculkan jelang Pilpres 2024 adalah bahwa 'Hanya Puan yang punya tiket di Pilpres, yang lain harus ikut Ganjar, kalau tidak dipenjara.'

    Hal ini bisa terjadi karena:

    1. Puan dan PDIP yang jelas telah mempunyai tiket Pilpres 2024 secara kelihatan dari luar dan organisasi tidak ikut berdansa politik mengedukasi publik.

    2. Semua media massa dikuasai oleh TS Ganjar, sehingga hampir tidak ada ruang untuk memunculkan figur yang bisa menjadi sparring partner Puan.


    Dengan demikian kesimpulan yang muncul adalah siapapun yang ingin melawan Puan harus menjadikan Ganjar Pranowo sebagai capres atau cawapres. Titik.

    Akibatnya, siapapun figur yang muncul selain Ganjar, pantas untuk diragukan, dikuliti bahkan menjadi target 'pembunuhan karakter'.

    3. Pihak penyeimbang atau biasa disebut sebagai alternatif atau oposisi di negara lain seperti PKS dan Demokrat berada dalam posisi 'tidak berdaya.' 

    Bahkan calon yang diperkirakan akan mereka unggulkan seperti Anies Baswedan sudah disikat duluan oleh Nasdem yang nota bene adalah koalisi PDIP di pemerintahan bersama Grindra, Golkar, PAN, PPP dan lain sebagainya.

    Menariknya, PKS sudah mengalah dengan membuka peluang mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres di samping Anies dan calon lainnya.


    Kuncinya di PKB

    Jika PKB akhirnya memutuskan akan tetap bersama Gerindra siapapun cawapres Prabowo, maka PKS dan Demokrat terancam menjadi pengangguran jika pada akhirnya Prabowo bisa melunakkan Nasdem untuk menjadikan Anies menjadi cawapres Prabowo.

    PKS dan Demokrat juga akan sulit bergabung dengan KIB jika PAN, Golkar dan PPP telah sepakat majukan Ganjar yang nantinya menjadi cawapres Puan.

    Tapi semua skenario di atas hanya kesan yang dapat difahami publik. Karena bagaimanapun negara tetap menjamin kesempatan semua putera putri bangsa untuk menjadi capres jika memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

    No comments:

    Post a Comment

    loading...

    Berita

    Branding

    Konsultasi